Pesugihan Gunung Kawi

Misteri Pesugihan Gunung Kawi, Ritual Malam Jumat Legi dan 12 Suro – Salah satu kisah pesugihan yang paling terkenal dengan kisah keangkerannya adalah Gunung Kawi. Kawasan pegunungan yang terletak di Malang Jawa Timur ini memang menjadi tempat ritual pesugihan oleh orang orang yang ingin kaya dengan secepat kilat. Kekayaan yang diperoleh tentunya harus melalui persyaratan persyaratan yang dibuat dalam perjanjian ghaib. Bersama paranormal atau pun juru kunci di Gunung Kawi, biasanya pelaku pesugihan melakukan ritual di Gunung ini.

Selain ritual pesugihan Gunung Kawi, ternyata di Kawasan gunung ini juga sering dilakukan ritual ritual khusus. Salah satunya adalah ritual Malam Jumat Legi dan Ritual di malam 12 Suro. Mengapa pada malam malam tertentu ini diadakan sebuah ritual khusus? Apakah tujuannya? Mari simak selengkapnya!

Jumat Legi dan 12 Suro dalam Pesugihan Gunung Kawi

Menurut Kang Masrukhan, seorang paranormal terkenal asal Kudus Jawa tengah menyatakan jika pada malam Jumat Legi dan malam 12 Suro biasanya sang Juru Kunci Bersama orang orang yang sudah biasa melakukan pesugihan dan masyarakat setempat melakukan ritual khusus. Banyak sekali aktifitas ritual yang dilakukan saat Jumat Legi, karena hari itu dikenal sebagai hari pemakaman Eyang Jugo (Kyai Zakaria II).

Sedangkan tanggal 12 bulan Suro adalah hari diperingati wafatnya Eyang Sujo (Raden Mas Iman Sudjono). Menurut cerita, ketika melakukan ritual di dalam bangunan makam, tidak diperbolehkan adanya pemikiran yang negatif. Dan disarankan sebelum memulai agar membersihkan badan dengan mandi keramas terlebih dahulu. Namun ritual ini bukan bertujuan meminta pesugihan Gunung Kawi.


MENARIK UNTUK DIBACA :


Misteri Pesugihan Gunung Kawi Lainnya

Selain ritual malam Jumat Legi dan 12 Suro, juga terdapat hal hal misterius di Kawasan pesugihan Gunung Kawi. Apa sajakah? Berikut penuturan Kang Masrukhan tentang fakta dan misteri tempat pesugihan di Jawa Timur ini.

Pohon Dewandaru Kawi

Di Kawasan Gunung Kawi ternyata terdapat Pohon Dewandaru yang dikatakan sebagai pohon keberuntungan. Karena letaknya di Gunung Kawi, maka pohon ini dinamakan Pohon Dewandaru Kawi. Pohon ini pun disebut juga sebagai shian-to atau pohon dewa oleh orang Tionghua. Para peziarah sering menunggu dahan, buah ataupun daunnya yang jatuh. Katanya bila disimpan, dapat menambah kekayaan untuk orang tersebut. Namun seperti namanya, dibutuhkan kesabaran hingga berbulan-bulan untuk menunggu beberapa bagian dari pohon itu jatuh.

Konglomerat Gunung Kawi

Cerita ini santer terdengar di kalangan Masyarakat bahwa dulunya ada seorang biasa yang datang ke Gunung ini untuk melakukan ritual Pesugihan Gunung Kawi. Hingga kini ia sangat dikenal sebagai konglomerat ternama di Indonesia karena memiliki perusahaan berupa pabrik terbesar dan juga bank swasta yang sangat sukses. Siapakah mereka kita pun tidak bisa menganggap benar cerita ini. Meski cerita ini sangat diyakini di masyarakat.

Petilasan Prabu Kameswara

Terdapat di ketinggian 700 meter dan sekitar setengah jam dari makam Eyang Sujo dan Jugo, terdapat sebuah keraton yang pernah menjadi pertapaan milik Prabu Kameswara. Dia merupakan pangeran dari Kerajaan Kediri yang beragama Hindu. Dulu dikabarkan bahwa setelah sang prabu selesai bertapa di tempat itu, beliau berhasil menyelesaikan kekacauan politik di kerajaannya. Kini, petilasan tersebut telah digunakan sebagai tempat pemujaan dan praktik pesugihan.

Rumah Padepokan Eyang Sujo

Rumah padepokan ini didirikan oleh sesepuh yang biasa dimintai pesugihan Gunung Kawi. Beliau adalah Eyang Sujo. Pertama kali didirikan di Blitar, Jawa Timur, rumah padepokan ini dikabarkan memiliki koneksi dengan pesugihan Gunung Kawi. Rumah padepokan ini diberikan kepada pengikut terdekat Eyang Sujo yang bernama Ki Maridun. Terdapat berbagai peninggalan yang dikeramatkan milik Eyang Sujo antara lain adalah bantal dan guling yang berbahan batang pohon kelapa, serta tombak pusaka semasa perang Diponegoro.

Guci Kembar Eyang Sujo

Terdapat dua buah guci kuno yang merupakan peninggalan dari Eyang Jugo. Pada zaman dahulu, guci-guci ini digunakan sebagai penyimpanan air suci untuk pengobatan. Masyarakat sering menyebutnya dengan nama ‘janjam’. Guci kuno ini kini diletakkan disamping kiri pesaeran (makam). Sering dipercayai bahwa dengan meminum air dari guci ini akan membuat orang menjadi awet muda.

Tumbal Pesugihan Gunung Kawi

Setelah melewati satu tahun, pemilik pesugihan biasanya akan mulai mangalami peningkatan kualitas dan kuantitas ekonomi dalam kehidupannya. Ketika waktu itu terjadi, ia mulai harus menyerahkan tumbal yang berupa seorang manusia yang memiliki hubungan darah dengannya untuk dijadikan sebagai salah satu pesuruh kerajaan gaib di Gunung Kawi. Seseorang yang ditunjuk untuk menjadi tumbal tersebut biasanya mati tanpa diduga-duga secara tiba-tiba. Selain itu, setiap kali diberikannya tumbal, kekayaan pemilik tumbal biasanya akan meningkat secara drastis.

Meski demikian, yang Namanya pesugihan entah itu pesugihan Gunung Kemukus, Pesugihan Gunung Kawi dan pesugihan Gunung Gunung lainnya adalah pesugihan hitam yang ujung-ujungnya meminta tumbal.

Bagi Anda yang saat ini sedang mempertimbangkan untuk melakoni pesugihan gunung kawi, silakan dipikirkan kembali. Sepadankah resikonya dengan berapapun jumlah uang yang bisa Anda terima? Kami menyarankan agar Anda menggunakan cara cara cepat kaya yang lebih masuk akal seperti misalnya Anda menggunakan sarana sarana spiritual tanpa pantangan, tanpa ritual, tanpa syarat dan tanpa efek samping atau resiko apapun. Silahkan Kunjungi website berikut ini :

42 total views, 1 views today